Finally Twenty Something

Saat tulisan ini terbit, insyaAllah saya lagi di Jogja, mungkin sedang jalan-jalan di Malioboro, atau keraton, atau tempat eksotis lainnya buat pemotretan. Hahaha, iya. Itu kado yang saya minta dari om genit: Difoto. Tapi ga mau yang cuma sekedar foto-foto narsis, bener-bener pingin difoto secara profesional. Jadi dalam sehari itu saya pingin jadi model dan om genit fotografernya.

Susahnya LDR itu ya harus curi-curi waktu buat ketemu, karena saya harus pulang dulu ke jember, jadi baru tanggal 26nya bisa ketemu, itupun cuma sehari semalam hehe. Tapi ya sudahlah,, syukur-syukur bisa ketemu. Eh kok malah curhat.

21. Sudahkah saya bisa digolongkan manusia dewasa? Entahlah. Tapi semoga saya bisa menjadi manusia yang lebih baik. Tentu orang yang paling berperan dalam 21 tahun hidup saya adalah Supermama.

Selamat bertambah tua hai diriku, semoga menjadi lebih baik dan sisa umurnya berkah ya :D

Untuk harapan dan doa-doa, biar saya sampaikan secara personal saja pada Gusti Allah.