Sebuah Cerita Seram!

Kalau yang udah baca post saya sebelumnya pasti ngerti kalau saya baru aja pindah rumah karena rumah yang biasa saya tempati sedang direnov. Tapi saya cuma berani tidur di rumah ‘sementara’ ini tiga malam. Kenapa? Simak ceritanya.

Malam Pertama: Kamis, 3 Mei 2012

Malam pertama saya menempati kamar baru, biasa aja. Kamar masih berantakan karena barang-barang belum diberesin. Jendela kaca sudah saya tutup kertas koran biar ga ada yang bisa ngintip dari luar. Kaca nakonya sengaja saya halangi dengan lemari baju. Rumah dinas sementara ini letaknya di pojok kompleks persis di sebelah rumah lama, dulunya dipakai sebagai gudang. Dan karena memang pagar yang memisahkan komplek rumdin dengan tanah kosong di sebelah ini pendek, saya emang agak waswas. Karena dulu rumah saya di Jember sering banget kemalingan, saya emang jadi agak-agak parno sama orang-orang bertangan panjang ini.

Tapi Alhamdulillah, malam pertama aman-aman saja. Saya bisa tidur dengan nyenyak.

Malam Kedua: Jumat, 4 Mei 2012

Berhubung rumah di sebelah (rumah yang saya tempati dulunya) dan rumah depan lagi direnovasi, otomatis rumah ‘sementara’ ini terkucil di pojokan, sendiri. Dan karena letaknya yang nyempil di pojok, maka tidak terlihat lah dari halaman komplek.

Jumat malam saya tidur sekitar jam 11 karena kejar tayang menyelesaikan seri supernovanya mbak dee.

Jam 2 dini hari saya tiba-tiba terbangun karena suara berisik dari arah jendela. Ternyata kaca nako jendela kamar saya sudah setengah terbuka. Saya refleks berseru “HUSH!” dan kemudian terdengar langkah kaki tergesa. Setelah beberapa menit saya mencerna kejadia yang baru saya alami tersebut, bulu kuduk saya merinding, buru-buru membangunkan teman serumah saya. Kami pun berjaga dari jam 2 dini hari, mengobrol, membaca, dan melakukan segala hal sampai subuh datang dan kami merasa cukup aman.

Seram? Ya! Tapi untungnya tamu tak diundang itu tidak datang lagi.

Namun cerita belum selesai saudara.

Malam Ketiga: Sabtu, 5 Mei 2012 (Malam minggu)

Setelah kejadian hari sebelumnya, saya buru-buru memperkuat pertahanan. Jendela nako kamar saya langsung saya tutup paten dengan triplek lalu lemari baju saya rapatkan ke jendelanya. Saya pun lebih tenang karena tentu bakal susah bagi “tamu-tamu” itu menjadikan jendela kamar saya sebagai jalan masuk.

Saya kembali begadang, sampai jam 11 lagi menyelesaikan “Partikel” hampir 500halaman saya selesaikan dalam sehari, ternyata kecepatan membaca saya masih bisa diandalkan.

Sayangnya baru sejam saya terlelap, saya mendengar suara-suara tersamar dari luar rumah, seperti langkah kaki. Saya pun berdeham dan bersuara, maksud saya agar terkesan bahwa masih ada yang terjaga. Mendengar saya bersuara, teman serumah saya pun mengirim SMS pada saya. Ternyata dia pun mendengar suara-suara asing di luar. Setelah beberapa menit ngobrol lewat SMS, kami pun memberanikan diri keluar kamar.

Kebetulan malam itu, lampu depan tidak menyala. Jadi ketika kami mengintip keluar tentu tidak dapat melihat apa-apa.

Kami pun memutuskan untuk tidak tidur. Berjaga. Kami mulai mengobrol, dari yang awalnya bisik-bisik hingga makin lama makin kencang.

Jam setengah 3, kami sudah tidak lagi mendengar suara-suara itu. Berhubung sama-sama mengantuk, kami memutuskan untuk tidur.

Tapi kami tak segera tidur, masih ngobrol. Dengan suara kencang. Sampai akhirnya kami mendengar suara langkah kaki lagi, dan melihat kelebatan bayangan orang melintas. Kami terdiam sejenak, lalu sengaja mengobrol lagi dengan suara lebih kencang. Berharap ‘tamu’ tersebut bakalan mengurungkan niat jahatnya dan pergi karena kami masih terjaga.

Ternyata kami salah, orang tersebut malah berusaha membuka jendela nako kamar saya. Tentu saja kami panik. Saya menarik teman saya masuk ke kamar saya, setidaknya kamar saya lebih aman. Kami sengaja membanting pintu kamar, lalu sibuk menghubungi satu persatu nomor tetangga. Tidak ada yang mengangkat.

Kini beralih ke jendela kamar saya yang hendak dibuka. Kami pun keluar kamar sambil terus menelponin satu persatu tetangga kami.

Dan ini bagian paling seramnya.

Saya yakin ‘tamu’ tersebut tahu bahwa kami belum tidur dan juga tengah menelponin para tetangga. Tapi bukannya lari, orang tersebut malah berusaha lagi membuka jendela nako kamar teman saya.

Dan yang tidak bisa saya lupakan adalah, ketika teman saya berhasil menghubungi salah satu bapak tetangga, ketika teman saya tengah menjelaskan situasi kami pada bapak tetangga. Tamu tersebut bukannya lari, malah berdiri menunggu di teras rumah. Saya dapat melihat siluetnya dengan jelas dari balik kaca.

Barulah ketika terdengar langkah kaki dari rumah seberang, orang itu menghilang.

Selama hampir setengah jam saya terus gemetaran, ketika menceritakan kejadian tersebut saya pun masih gemetaran, saat menuliskannya pun saya masih merinding.

Kemalingan bukan pengalaman baru bagi saya. Keluarga saya pernah kehilangan dua motor, hampir tiga, beberapa alat elektronik, dan entah sudah berapa ekor ayam. Itulah kenapa saya memang agak paranoid jika menyangkut hal ini.

Tapi tak pernah separah ini. Saya rasa kejadian malam itu telah membuat saya trauma. Kini bagian luar jendela rumah saya telah ditutup seng, grendel pintunya pun telah ditambah. Sudah seperti benteng pertahanan saja rumah saya. Tapi tetap saja, saya dan teman saya tak berani tidur malam di rumah itu. Bahkan siang hari pun kami diliputi perasaan khawatir.

Akhirnya semalam kami bertukar rumah dengan bapak tetangga, karena kami benar-benar tak berani lagi tidur di rumah itu.

Bahkan setelah bertukar rumah pun, kami berdua tetap tak nyenyak tidur. Ketika terdengar suara berisik dari arah dapur (sepertinya tikus) badan saya kembali gemetar ketakutan. Suara daun jatuh, suara kucing, suara apapun mampu mengagetkan kami dan membuat jantung kami dagdigdug tak karuan.

Kami berdua sedang berencana mencari kamar kosan saja. Sementara. Setidaknya sampai rumah lama kami selesai direnovasi dan kami kembali bertetangga.

Untuk pertamakalinya, saya benar-benar ingin pulang dan tak kembali lagi. Tapi sayangnya tak bisa saya tinggalkan kewajiban saya begitu saja kan?

 

About these ads

68 pemikiran pada “Sebuah Cerita Seram!

  1. Gilak nekat banget itu orang tsk. Udah kamu pindah aja Mel. Orang macem itu bisa membahayakan diri kamu sendiri :o

  2. Itu kenapa lampunya gak nyala? Lampu jalan atau apa emangnya? Kalau di sekeliling rumah, ada lampukah? Tentu akan lebih “nyaman” jikalau di sekeliling rumah terdapat lampu menyala di malam hari.

    Nasihatku sih jangan buru-buru trauma, Dek. Yakinkah itu emang manusia? Maksudnya, barangkali saja itu kucing atau sebangsanya. Tetapi kalau memang sudah tidak tahan, bolehlah sementara mengungsi.

    Itu renovasi rumah dinasnya sampai lembur malam gak sik pengerjaannya?

    • karena sakelarnya ada di rumah lama, dan sama tukangnya ga dinyalain..
      sekarang dah dipindah saklarnya, dah terang.. tapi tetep aja ga berani bobo malem di rumah itu

      yeee. mana ada kucing dan sebangsanya yang bisa buka kaca nako mas..
      lagian saya liat kok bayangan orangnya

      entah kenapa, sejak saya pindah malah jadi jarang lembur tukangnya

  3. aduh, jadi kuatir. mana kalian ini perempuan2 :(
    itu kaca nako ada jerujinya gak Mel?
    aduh Mel, emang sih urusan nyawa urusan Tuhan, tapi klo kayak gitu, mana bisa tenang ya. lain x, berani gak, tanya aja maunya apa. ajak ngomong gitu Mel. terus bilang, klo mo namu datang siang2 aja, jam segitu orang2 tidur gitu. klo gak mempan juga ya baru deh, siap2in pentungan. martil kek, apalah yang klo buat mentung orang pasti bikin pusing.

    tapi klo gak berani, ya udah kos dululah sementara, daripada gak tenang tidurnya.

    • ga ada teralisnya mbak, cuma besi tipis melintang itu, udah karatan pula jadi gampang dibengkokkan

      hiiiiii.. ga berani mbak..
      kata salah satu saksi mata katanya malingnya bawa2 badik sih..
      ini lagi cari kosan mbak

  4. waktu tadi kamu bilang dua hari rumah disatroni maling, aku ga mikir bakalan senekat itu malingnya.
    soalnya dulu di kos yang lama juga hampir disatroni maling dan aku cuma bertahan dua hari.
    hari ketiga pindah kos di tempat yang lebih rame.
    sabar ya mel..
    *peluk amel dari jauh*

    • iya nin.. kalau kejadian pertama sih masih bisa lah bertahan.. malingnya lari pas tahu ada orang bangun..

      setelah yang kedua dan malingnya senekat itu.. ga mau lagi..
      setdaknya sampe punya tetangga kanan kiri lagi
      *peluk balik*

  5. Malingnya persistent banget yaaaa… Semua jendela kaca dicobain.. berarti emang udah siap banget tuh..

    Iya lebih baik pindah ke kost2an dulu aja kali yaa.. biar hati rasanya lebih tentram aja, ga ketakutan setiap hari..

  6. wah inimah orang (maling) benar benar nekad, tidak peduli orang dalam rumah masih pada bangun juga…tetap aja berusaha ..tapi syukurlah kalau tidak terjadi apa apa-mah..
    sama dengan sahabat di atas sebaiknya pindaha aja secepatnya..

  7. Wuih, serem banget. Gila gitu pencurinya, “berani” banget padahal tahu yang di dalam rumah sedang terjaga dan ada lebih dari satu orang… . Btw, rumah baru ini lokasinya dekat sama rumah lama kan Mel? Tapi di rumah lama nggak pernah kenapa-kenapa kan? Hmmm… .

    Bener tuh Mel, sekalian pindah aja cari kosan yang lebih aman…

    • iyaa.. makanya jadi males tidur di rumah itu lagi..
      iya, pas disebelahnya, tapi selama di rumah lama ga pernah digangguin..
      mungkin karena dulu penghuni rumah depan masih belum pindah, dan rumah lama itu masih terlihat dari rumah2 lainnya..
      kalau yang sekarang rumahnya bener nyempil di pojokan

      iya kak. ini udah dapat kosan, kalau malam tidur di situ

  8. pas baca judulnya, aku pikir cerita yang ada hantu2an gitu. Ehh ini lebih gawat lagi, tentang maling. hiyy serem amat. Mungkin karna tau penghuninya cuma perempuaan, jadi tuh orang nekat ya. Untung aja, semua baik2 aja.. Bener2 pengalaman ga terlupakan.
    *oia…salam kenal ya :D

  9. Aduuuuuh, Mellaaaa…..segera tinggalkan tempat itu! Itu penjahat pasti dendam dan penasaran (bukan nakuti-nakutin lho, tapi emang takut beneran) :(

    Lebih baik cari tempat aman aja, mana kalian berdua perempuan semua :( Usulkan saja agar ada satpam yang menjaga kompleks rumah, setidaknya mereka kan bisa berkeliling di jam malam.
    Berdoa selalu ya, Mellaa….

  10. aku kira pas baca awalnya itu makhluk halus gt mel.. ternyata lebih menyeramkan yak.. yg buat serem itu dia berani sekali nantang kamu di dalam rumah.. kalau gak nelpon tetangga pasti dia udah masuk deh.. hmmm..

    ya lebih baik dijendela dipasangin besi gitu deh.. jadi kalaupin terbuka ttp gak.bs masuk.. kalau pintu seh lebih kuat dan bisa di gembok gt yak..

  11. Wahhhh…kalau demikian, saatnya untuk pindah cari tempat yang aman, semoga dengan kejadian ini, orang-orang sekitar mau meronda. Mel, jangan tunda-tunda…lebih cepat lebih baik, pindah saja, sementara kamu nginep di teman aja, atau minta bantuan tetangga

  12. Astagfirulloh… gila banget penjahat jaman sekarang!!! Mba berani banget… saya mungkin dari hari pertama udah ga akan tenang lagi :(

    Makanya sekarang cari tempat tinggal yang rada mahal juga dijabanin, yang penting beneran aman dan ada satpam yang keliling sejam sekali sampai subuh… Ngeri banget kalo yang ga ada satpamnya sekarang sih :(

  13. Ping balik: Balada Mesin Absen « Dunia Pagi
  14. Ping balik: Kursus « Dunia Pagi
  15. ya apa lagi kalo ceweknya cantik2 makin senang dia menggaguin cewek2 itu
    hahahahhahah…………………

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s